Profil Kami

Sekolah Kedinasan adalah Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian atau Lembaga Pemerintah Non Kementerian contohnya STAN, IPDN, STTD, STIS, STSN, STIN, POLTEKIP, POLTEKIM dan lain-lain, pendidikan pada Sekolah Kedinasan dilaksanakan dengan pola ikatan dinas dan/atau pola pembibitan.

Seleksi Kemampuan Dasar adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer (Computer Assisted Test) yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi calon mahasiswa/taruna/praja Sekolah Kedinasan. Seleksi Kemampuan Dasar terdiri dari 3 (tiga) subtes yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Kepribadian. SKD juga digunakan dalam proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Computer Assisted Test (CAT) adalah suatu metode seleksi/tes dengan menggunakan instrumen bantu komputer dan hasilnya bisa langsung diketahui.

Tes Wawasan Kebangsaan yang juga disebut TWK adalah seleksi untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi: Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar).

Tes Intelegensi Umum yang juga disebut TIU adalah seleksi untuk menilai kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis, kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan di antara angka-angka, kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Tes Karakteristik Pribadi yang juga disebut TKP adalah seleksi untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

TWK sebanyak 35 (tiga puluh lima) soal dengan bobot nilai yaitu menjawab salah mendapat nilai 0 (nol), menjawab benar mendapat nilai 5 (lima), dan tidak menjawab mendapat nilai 0 (nol).

TIU sebanyak 30 (tiga puluh) soal dengan bobot nilai yaitu menjawab salah mendapat nilai 0 (nol), menjawab benar mendapat nilai 5 (lima), dan tidak menjawab mendapat nilai 0 (nol).

TKP sebanyak 35 (tiga puluh lima) soal dengan bobot nilai yaitu apabila menjawab terendah mendapat nilai 1 (satu) dan tertinggi mendapat nilai 5 (lima), tidak ada jawaban benar salah dalam dalam Tes Karakteristik Pribadi, serta tidak menjawab mendapat nilai 0 (nol).

Seleksi Kemampuan Dasar yang meliputi tiga subtes di atas dilaksanakan selama 90 menit atau 1,5 jam, oleh karenanya menjadi penting untuk berlatih dapat menyelesaikan soal secara tepat dan cepat.

Tahapan seleksi Sekolah Kedinasan terdiri dari: a. Seleksi administrasi yang dilakukan oleh masing-masing panitia seleksi pada Kementerian/Lembaga; b. Seleksi kompetensi dasar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan; c. Seleksi lanjutan dapat berupa tes kesehatan, tes kesamaptaan, tes psikologi, tes wawancara, dan tes lainnya yang dipersyaratkan oleh sekolah kedinasan di masing-masing Kementerian/Lembaga. Pada awal seleksi administrasi dilakukan melalui portal https://sscasn.bkn.go.id dan dilanjutkan dengan melengkapi proses pendaftaran pada portal Sekolah Kedinasan masing-masing yang diminati.

Ya, dalam tahap seleksi Sekolah Kedinasan diterapkan sistem gugur, sebagai contoh jika Anda tidak lolos SKD maka anda gugur, dan tidak dapat lagi dapat mengikuti seleksi lanjutan seperti tes kesehatan dan lain-lain. Itulah sebabnya mengapa SKD menjadi pintu masuk yang penting untuk lulus dan diterima di Sekolah Kedinasan.

Passing Grade atau nilai ambang batas kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh Pemerintah. Nilai Ambang Batas untuk penentuan kelulusan yang saat ini berlaku adalah sebagai berikut: 75 (tujuh puluh lima) untuk TWK; 80 (delapan puluh) untuk TIU; dan 143 (seratus empat puluh tiga) untuk TKP.

Tidak, sebab tergantung kuota pada masing-masing sekolah dan masing-masing daerah. Sebagai contoh apabila di satu daerah peserta yang melewati ambang batas 100 orang, sementara kuota untuk seleksi berikutnya 70 orang, maka sesuai ranking yang lolos dan dinyatakan berhak untuk ikut tes berikutnya adalah 70 orang. Namun jika kuota 100 orang dan ternyata hanya 80 orang yang melewati nilai ambang batas, maka 20 orang teratas yang tidak melewati nilai ambang batas dapat diikutsertakan dalam seleksi selanjutnya. Prinsipnya adalah sesuai dengan ranking.

Rangkaian seleksi masuk sekolah kedinasan memang panjang dan ketat, saat ini dengan penerapan SKD Computer Assisted Test (CAT) dimana hasilnya dapat diketahui begitu selesai pelaksanaan tes, membuat peluang setiap orang menjadi sama karena sistemlah yang menyeleksi peserta, bukan lagi manusia. Seiring dengan sistem pemerintahan kita yang semakin baik dan transparan, jangan berharap adanya bantuan-bantuan yang menjanjikan kelulusan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak-pihak tersebut hanyalah oknum yang berspekulasi dan mencari keuntungan pribadi.

Yang membuat seseorang bisa lulus dalam ujian adalah dapat mengerjakan soal ujian dengan benar dan tepat waktu. Untuk itu, siswa harus mengerti pola soalnya, paham substansinya dan terbiasa mengerjakannya. Inilah prinsip yang diterapkan di Bimbel Karsa Praja, dengan instrumen aplikasi online berbasis latihan soal dan try out. Sistem belajar online karsa praja didukung oleh bank soal yang up to date, puluhan bahan ajar yang bisa diunduh, forum tanya jawab interaktif, video pembelajaran pilihan dan juga join e-learning classroom yang memungkinkan pembelajaran secara lebih intensif dan interaktif.

Materi ujian SKD pada dasarnya adalah materi pembelajaran para siswa pada saat SMA selama 3 tahun, bahkan ada materi pada saat SMP plus pengetahuan umum, jadi secara logika tidak mungkin untuk mempelajari kembali seluruh materi secara singkat. Tetapi tidak usah khawatir Bimbel Karsa Praja telah menyiapkan shortcut-nya yaitu fokus belajar pada kisi-kisi dan fokus belajar repetisi (pengulangan). Pratice make perfect, latihan membuat kesempurnaan. Metode inilah yang akan mengantarkan siswa lolos Seleksi Kemampuan Dasar.